Optimalkan Hasil Panen Jagung, Pak Bhabin Bersama Kelompok Tani Monitoring dan Perawatan Tanaman

MALANG KOTA – Komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Merjosari Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota, Aiptu Josafat, yang aktif mendampingi petani sebagai koordinator pertanian di wilayah binaannya. (Sabtu, 30/05/2026)

Aiptu Josafat bersama anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki melaksanakan pemantauan pertumbuhan tanaman jagung yang telah memasuki usia 20 Hari Setelah Tanam (HST) di lahan pertanian seluas sekitar 1.000 meter persegi yang berada di Jalan Joyo Agung, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Kami, menjaga kesuburan tanaman dan memaksimalkan hasil Panen lebih Optimal, selain monitoring perkembangan tanaman, juga melakukan perawatan dengan membersihkan rumput dan tanaman liar.” Ungkap Aiptu Jossafat.

Optimalkan Hasil Panen Jagung, Pak Bhabin Bersama Kelompok Tani Monitoring dan Perawatan Tanaman

Sebagai koordinator petani di wilayah binaannya, Aiptu Josafat menjelaskan Polri bersama kelompok tani konsisten mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional, memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal.

Menurutnya, kehadiran Aiptu Josafat di tengah petani bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas, tapi juga membangun sinergi, memberikan motivasi, serta mendorong keberhasilan sektor pertanian.

Ia menjelaskan bahwa tanaman jagung yang ditanam di lahan tersebut menggunakan bibit Jagung Pertiwi 6 sebanyak 2 kilogram. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kondisi tanaman secara umum menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dan seragam.

“Secara umum pertumbuhan tanaman jagung cukup baik, namun beberapa titik tanaman yang kurang subur, solusinya kami lakukan penyulaman agar pertumbuhan kembali merata.” jelasnya.

Lebih lanjut, Aiptu Josafat mengajak para petani untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan penyuluh pertanian maupun instansi terkait apabila menemukan kendala selama proses budidaya.

“Kami berpesan ke petani agar tidak ragu koordinasi dengan penyuluh pertanian apabila ada kendala, baik terkait hama, penyakit tanaman, pemupukan maupun faktor cuaca. Kolaborasi yang baik akan membantu meningkatkan produktivitas dan keberhasilan panen,” tambahnya.

Aiptu Josafat bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki Rawat tanaman jagung yang telah memasuki usia 20 Hari Setelah Tanam (HST)

Berdasarkan usia tanaman saat ini, jagung diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar 100 hingga 110 hari setelah tanam, atau sekitar akhir Agustus hingga awal September 2026.

Dengan kondisi pertumbuhan yang baik serta perawatan yang optimal, lahan seluas 1.000 meter persegi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 700 hingga 900 kilogram jagung kering pipilan saat panen.

Sementara itu, salah seorang anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sutikno, mengapresiasi keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi kegiatan pertanian masyarakat.

“Pak Jos rutin turun ke lahan, membantu memantau perkembangan tanaman, serta menjembatani komunikasi dengan pihak terkait.” ungkap Sutikno.

Ia berharap sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah, dan Polri menjadi sarana mempererat kemitraan, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan produktif di wilayah Kelurahan Merjosari.

Similar Posts