Terus Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pak Bhabin Bersama Warga Mulai Tanam Jagung Kembali

MALANG KOTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digelorakan di tingkat wilayah.

Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tlogowaru bersama warga setempat menginisiasi penanaman jagung kembali di lahan milik Pemerintah Kota Malang yang disewa tepatnya di Jl. Monumen Polri RW 02, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang.

Kegiatan ini melibatkan langsung Aiptu Bambang BS selaku Bhabinkamtibmas, yang turun ke lapangan bersama petani untuk memastikan proses penanaman berjalan optimal.

Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat ini menjadi bagian dari strategi preemtif dan preventif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta kondusivitas kamtibmas di wilayah.

Saat dilokasi, tampak Aiptu Bambang mengoperasikan alat pertanian untuk proses tanam bibit jagung, mencerminkan keterlibatan aktif aparat dalam mendampingi warga.

Terus Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pak Bhabin Bersama Warga Mulai Tanam Jagung Kembali

Aktivitas ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara Polri dan masyarakat dalam sektor produktif.

Kanit Binmas Polsek Kedungkandang, Ipda Agus, selaku penanggung jawab program ketahanan pangan di wilayah tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polresta Malang Kota.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong produktivitas warga melalui pendampingan langsung di sektor pertanian,” ujar Ipda Agus.

Ia menambahkan, pendekatan humanis melalui pembinaan dan komunikasi aktif dengan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ini, sehingga tercipta sinergi, soliditas, dan rasa memiliki bersama dalam menjaga ketahanan pangan.

Sementara itu, Aiptu Bambang menjelaskan bahwa penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 0,55 hektare (5.500 meter persegi) dengan menggunakan benih unggulan jenis Syngenta sebanyak 10 kilogram.

“Estimasi masa tanam hingga panen sekitar 120 hari, dengan target panen pada 17 September 2026. Kami bersama warga rutin melakukan perawatan agar hasilnya maksimal,” jelasnya.

Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat ini menjadi bagian dari strategi preemtif dan preventif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta kondusivitas kamtibmas di wilayah.

Ia juga menambahkan, apabila kondisi cuaca mendukung, hasil panen diperkirakan dapat mencapai kisaran 30 hingga 35 kuintal dari total lahan yang dikelola. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi berbagai potensi hambatan, terutama faktor cuaca.

“Jika cuaca baik, hasilnya bisa optimal. Namun jika terjadi curah hujan tinggi atau perubahan cuaca ekstrem, kami bersama petani juga mengantisipasi dengan perbaikan drainase lahan, penggunaan pupuk tambahan untuk menjaga kesuburan tanah, serta pengendalian hama yang biasanya meningkat saat musim lembab,” ungkap Aiptu Bambang.

Dalam proses penanaman, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, Selain itu, koordinasi intensif dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani juga terus dilakukan.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga sebagai pengelola lahan, sekaligus menjadi wadah edukasi pertanian berbasis kemitraan.

Similar Posts