Polresta Malang Kota Fokus Lima Potensi Kerawanan Jelang Mudik Lebaran
MALANG KOTA – Polresta Malang Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 penanda dimulainya pengamanan terpadu menjelang libur panjang Nyepi hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Kamis, 12/03/2026).
Apel di halaman depan Mapolresta Malang Kota diikuti dari berbagai unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Malang, serta berbagai mitra kamtibmas, di antaranya relawan, Pramuka, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi komunikasi masyarakat di lingkup wiayah terkecil.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dalam amanahnya mengatakan Operasi Ketupat tahun ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, menekankan kesiapsiagaan aparat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Intinya, Operasi Ketupat Semeru ini bukan hanya soal lalu lintas, tetapi tentang pelayanan publik, keamanan, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas liburannya dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Putu Kholis.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi bersama saat rakor bersama lintas sektor, ada lima potensi tantangan utama yang perlu diantisipasi selama masa libur panjang di Kota Malang.
Pertama adalah potensi kepadatan lalu lintas, mengingat Kota Malang menjadi jalur strategis menuju kawasan wisata Malang Raya.
Kedua, kepadatan di fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, pusat kuliner, serta destinasi oleh-oleh yang biasanya meningkat signifikan selama libur Lebaran.
Tantangan ketiga adalah anomali parkir, yang kerap muncul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat di pusat keramaian. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi. Dampaknya adalah munculnya tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman yang perlu kita kendalikan bersama,” jelas Kapolresta.
Selain empat poin tersebut, tantangan kelima adalah inflasi temporer atau inflasi musiman, yang biasanya muncul akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa menjelang hari raya.
“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini juga dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya,” ungkapnya.
Senada dengan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang bersama TNI-Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

Kita ketahui, Kota Malang sebagai kota transit menuju destinasi wisata seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang, titik kepadatan diperkirakan terjadi di beberapa ruas jalan utama, kawasan pusat perbelanjaan, destinasi wisata, serta kawasan kuliner populer seperti Kawasan Heritage Kayutangan.
“Kami juga menyiapkan tim pengurai kemacetan yang akan bergerak secara mobile untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di pusat keramaian dan kawasan kuliner,” pungkas Wali Kota Wahyu.
Dalam Operasi Ketupat Semeru tahun ini, pengamanan di Kota Malang melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi, mulai Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga relawan, hingga supeltas, termasuk warga yang aktif disiskamling.
Patroli bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unsur kelurahan dan RT/RW untuk mengamankan rumah kosong dan lingkungan permukiman.
