Polri Peduli: Pak Bhabin Dampingi Evakuasi Warga yang Mengalami Depresi dan ke RSJ Lawang

Polsek Kedungkandang – Wujud nyata kepedulian Polri kepada kesehatan mental warga binaannya kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Madyopuro, Aipda Imam M. Bersama Tim Relawan Anak Bangsa.

Aipda Imam mendampingi proses evakuasi seorang pria berinisial DAH (27), warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang mengalami trauma berat dan depresi berkepanjangan.

DAH dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Lawang untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan lebih lanjut dari tenaga medis profesional.
Evakuasi dilakukan setelah DAH mengalami ledakan emosi di rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB. Ia tersinggung karena mendengar suara keras dari dalam rumah, lalu mengamuk dan secara agresif memukul orang tuanya.

Karena ketakutan, pihak keluarga melapor kepada Ketua RW. Setelah dilakukan koordinasi bersama berbagai unsur terkait, disepakati untuk membawa DAH ke RSJ Lawang demi keselamatan bersama.

“Saya hadir mendampingi sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan Polri, serta untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Kami ingin saudara DAH bisa mendapatkan penanganan intensif di RSJ Lawang agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Aipda Imam, saat dikonfirmasi di Lokasi, (Senin, 26/5).

DAH diketahui telah mengalami trauma mendalam sejak masih duduk di bangku SMA di Jakarta, setelah menjadi saksi langsung aksi pengeroyokan brutal di dalam sebuah bus umum.

Sejak peristiwa itu, ia berubah drastis menjadi pribadi tertutup, mengurung diri di kamar, dan hanya keluar sesekali untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kesehariannya lebih banyak dihabiskan dengan bermain gawai secara pasif.

“Setelah kejadian di Jakarta, DAH tidak pernah kembali seperti semula. Ia menarik diri dari pergaulan, bahkan tidak pernah bekerja. Keluarga sudah berusaha memberikan perhatian, namun kondisinya makin memburuk. Karena itu, kami berkoordinasi secara menyeluruh agar upaya penanganan ini tidak menimbulkan resistensi dari pihak manapun,” jelas Aipda Imam

Dalam proses evakuasi, Aipda Imam bersama tim relawan tidak bekerja sendirian, melibatkan sinergi Sekretaris Lurah Madyopuro, Ketua RT dan RW setempat, Linmas Kelurahan Madyopuro, Pukesos dan relawan kesehatan, serta pihak keluarga.

Pendekatan dilakukan secara persuasif dan penuh empati, dengan mempertimbangkan kondisi psikis DAH agar tidak menimbulkan kepanikan ataupun agresi.

“Kami juga memberikan penjelasan ke orang tua dan keluarga, tujuan utama evakuasi ini adalah keselamatan bersama. Keluarga sepakat, karena sebelumnya DAH memang telah dalam pantauan pihak Puskesmas dan Pukesos,” tambahnya.

Langkah cepat ini juga sebagai bagian dari pendekatan preemtif dan preventif Polsek Kedungkandang, untuk mengantisipasi kemungkinan tindakan tak terkendali yang berpotensi mengganggu keselamatan lingkungan sekitar.

“Pendampingan ini bagian dari tugas Bhabinkamtibmas dalam menciptakan rasa aman, tidak hanya dari sisi keamanan fisik, tetapi juga aspek sosial dan psikologis warga binaannya,” tegas Aipda Imam.

DAH saat ini sudah diterima oleh pihak RSJ Lawang dan sedang dalam proses observasi medis. Pihak keluarga berharap, melalui perawatan intensif ini, DAH dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Kepedulian Polri terhadap warga yang mengalami gangguan psikologis seperti ini menjadi bagian dari komitmen Polresta Malang Kota untuk terus hadir di tengah masyarakat secara humanis, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pencegahan terhadap potensi gangguan ketertiban umum.

Similar Posts